08 Mei 2019 23:59:01
Ditulis oleh cokrowati

Gugah Sahur, Pasukan Tong-tongklek Keliling Desa

cokrowati-tambakboyo.desa.id (6/5). Puasa Romadlon 1440 H. sudah ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama dan dimulai pada Senin, 6 Mei 2019. Sudah menjadi tradisi ketika bulan puasa tiba, di Desa Cokrowati selalu ada kelompok pemuda yang membangunkan warga untuk bersantap sahur. Kelompok ini lazim disebut sebagai tong-tongklek, atau ada pula yang menyebut dungtek. Cara yang digunakan untuk membangunkan warga ini juga tergolong unik, yaitu ada yang menggunakan seni musik tongklek, ada yang memutar lagu-lagu dangdut dengan pengeras sound system, dan ada yang menggunakan alat kentongan.
Semenjak Malam Senin yang lalu sekitar pukul 02.00 WIB dinihari setidaknya sudah berseliweran kelompok tong-tongklek yang berkeliling desa untuk membangunkan warga. Dan kelompok ini tidak hanya berasal dari Desa Cokrowati saja, akan tetapi juga ada yang datang dari kelompok Desa Belikanget. Pantauan cokrowati-tambakboyo.desa.id di sekitar masjid Cokrowati, ada kelompok Tongklek Cokrowati yang membawakan lagu-lagu dangdut, dan berkeliling Cokrowati untuk membangunkan warga agar bersantap sahur. Selain tongklek, ada pula beberapa kelompok pemutar musik dengan sound system diangkut gerobak kayu. Kelompok dari Desa Belikanget menyuguhkan musik-musik dangdut, yang diputar dengan sound yang dinaikkan ke atas gerobak pasir dorong.
Kelompok tong-tongklek yang dengan sukarela membangunkan warga dengan berkeliling desa itu rupanya juga memiliki supporter yang ikut berkeliling meski tidak ikut menabuh alat musik ataupun mendorong gerobak. Bahkan kelompok Desa Belikanget juga dikawal oleh seorang pimpinan yang merupakan kepala dusun (kadus). Abdur Rohman yang menjabat Kadus Belikanget ketika dihentikan oleh cokrowati-tambakboyo.desa.id untuk diambil gambarnya menjelaskan bahwa membangunkan sahur ini adalah hobby, sehingga dengan sukarela keliling desa demi menyalurkan hobby. “Nuruti ati seneng, Pak. Sahur adalah sunnat. Dan membangunkan warga untuk melakukan kesunnatan ini, semoga dicatat oleh malaikat sebagai amal baik,” tutur Kadus Belikanget yang biasa dipanggil Kamituwo Dur ini. 
Beberapa warga yang berada di rumah Sekretaris Desa Cokrowati untuk menggunakan wifi juga mendapatkan fungsi tong-tongklek ini. Asrori (warga Belikanget) yang tertidur langsung bangun begitu mendengar suara tongklek. “Loh, jam berapa ini?” tanyanya sambil menoleh ke arah jam dinding. Sementara Sulasno (warga Cokrowati) yang baru saja tertidur sama sekali tidak terpengaruh suara tongklek, karena handphone yang berada di dekat telinganya masih diputar youtube dan bersuara keras.
Sekadar untuk diketahui, bahwa rumah Turmudzi, Sekretaris Desa Cokrowati terpasang internet yang bebas diakses oleh warga melalui jaringan wifi. Warga Cokrowati atau Belikanget yang membutuhkan internet untuk jual beli online, iklan di facebook, komunikasi WhatsApp, memutar lagu-lagu di youtube, mengerjakan tugas sekolah, atau hal-hal lain yang bernilai positif bebas mengakses internet ini. “Selama ini internet di sini sudah gratis, apalagi bulan puasa ini. Password-nya saat ini 55555555. Akan tetapi tidak ada seorangpun yang memiliki hak protes apabila internet mengalami lemot atau eror,” ujar Sekretaris Desa Cokrowati yang menguasai Ilmu Falak/astronomi dan pernah menjabat sebagai Ketua Lajnah Falakiyah MWC NU Tambakboyo ini. “Sudah gratis, tentu harus maklum bila banyak pengguna akan berimbas pada kecepatan internet. Dan harap jangan bermain game online agar pengguna yang lain tidak terdampak,” lanjutnya. (trm)


image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 3 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus