13 September 2018 15:32:21
Ditulis oleh cokrowati

Transparan dan Tanpa Rekayasa, Ujian Perangkat Desa Lancar

CokroPos (13/9).

    Kekosongan perangkat desa yang terjadi di Desa Tambakboyo dan Desa Mander, hari ini, Kamis, 13 September 2018, dilakukan ujian tulis perangkat desa. Ujian perangkat desa yang ditempatkan di Pendopo Mbah Jambrung, komplek Kantor Kecamatan Tambakboyo ini dimulai pukul 09.00 WIB, dan berakhir pukul 11.30 WIB. 

     Desa Mander terjadi kekosongan satu jabatan Kepala Dusun (kadus) Bendan, dan direbut oleh 10 peserta yang mengikuti tes. Sedangkan Tambakboyo ada 11 orang peserta yang memperebutkan satu jabatan Kepala Seksi (kasi) Pemerintahan. Dengan demikian, di wilayah Kecamatan Tambakboyo terdapat 21 calon perangkat desa yang memperebutkan dua jabatan di dua desa.

    Keamanan ujian bergengsi yang dihelat secara bersamaan se-Kabupaten Tuban ini dijamin dengan menerjunkan beberapa aparat kepolisian dan TNI, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Lokasi ujian yang dipasangi police line, membuat suasana ujian menjadi tertib, terkendali, aman, dan fokus.

    Setelah waktu pengerjaan habis di pukul 11.30 WIB, peserta ujian meninggalkan tempat, dan menunggu proses koreksi di terop depan kantor kecamatan. Panitia Pengisian Perangkat Desa di masing-masing desa kemudian melaksanakan proses koreksi dengan dipandu Suwarsono, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tambakboyo dan staf Kasi Pemerintahan Kecamatan Tambakboyo, Darmaji. Darmaji yang mendapat tugas membacakan kunci jawaban, dengan hidmat membacakan jawaban satu persatu, sementara Sekcam Tambakboyo, terus membimbing dan mengawasi panitia yang mengoreksi. Sedangkan para peserta ujian menunggu hasil ujian dengan mendengarkan koreksi di tenda depan pendopo kecamatan.

    Pukul 13.15 WIB, proses penghitungan nilai sudah selesai, dan didapatkan hasil tertinggi untuk Desa Tambakboyo adalah Nur Taknit Sah yang mendapat nilai 57,2. Sedangkan nilai tertinggi di Desa Mander adalah 56 yang diraih oleh Atik Kristanti. Dengan demikian, dua orang tersebut berhak mengisi kekosongan jabatan di desa masing-masing.

    Ketika dimintai keterangan oleh Camat Tambakboyo dan CokroPos usai pengumuman hasil tes, Nur Taknit Sah mengatakan bahwa dirinya merasa lega setelah perjuangan belajar beberapa hari lalu. “Alhamdulillah lega, setelah kemarin berjuang. Dan sekarang inilah hasil terakhir. Subhanalloh,” kata ibu dua anak yang juga guru TK Wildani Desa Kenanti ini kepada camat.

    Kasi Pemerintahan Kecamatan Tambakboyo, Pariman, mengatakan bahwa pelaksanaan ujian perangkat ini hari sangat lancar dan tertib. “Alhamdulillah sukses dan lancar,” katanya. Camat Tambakboyo, Didik Purwanto, pun mengatakan hal yang sama terkait pelaksanaan ujian perangkat desa ini. “Opo anane, tidak ada rekayasa,” kata camat yang juga pendekar Pencak Silat Nur Harias ini.

    Para peserta yang dimintai testimoni oleh Camat Tambakboyo dengan dibuntuti oleh CokroPos juga semuanya mengatakan bahwa pelaksanaan ujian ini sangat transparan. “Senang, sedih, soalnya sulit, transparan, dan tidak ada rekayasa,” kata Agus, peserta dari Desa Mander. Trimasfik yang juga peserta dari Desa Mander mengatakan : “Aman, terkendali, transparan, dan lancar.” Sedangkan Umi, peserta dari Desa Tambakboyo mengatakan bahwa hasil belajarnya tidak ada yang keluar. “Soal tidak ada yang keluar, transparan, dan tidak ada rekayasa,” katanya. Peserta dari Desa Tambakboyo yang lain, Tiani Oktavia, juga mengatakan tidak ada rekayasa. “Ndredeg, apa adanya, tidak ada rekayasa, dan transparan,” ujarnya.

    Di tempat terpisah, peserta ujian lain dari Desa Tambakboyo, Laila Maghfiroh, mengatakan bahwa soal ujiannya sulit. “Soale angel. Disinauni ora metu kabeh, hehehe,” kata wanita berwajah ayu ini dengan menggunakan Bahasa Jawa sambil tersenyum. (trm)

 


image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 3 Lihat Gambar
Kategori
comments powered by Disqus